LOGO-OEC

Pandangan Anand Krishna Tentang Saraswati: Lambang Seni, Pengetahuan, dan Spiritualitas

 

Anand Krishna tokoh spiritual humanis Indonesia, kembali berkenan berbagi pengetahuannya melalui video yang berjudul “Saraswati – Lambang Seni, Pengetahuan, dan Spiritualitas” dimana dalam video tersebut Beliau menjelaskan tentang saraswati dalam pandangan holistik yang utuh. Bagaimana sebenarnya arti dan makna dari Saraswati itu, mari sama-sama kita simak penjelasan Beliau.

 

 

Di Bali, yang dikenal juga dengan Pulau Dewata ini banyak sekali ditemukan pratima-pratima Saraswati. Mengapa simbol Saraswati ini digemari atau banyak sekali di Bali ini?

Bapak Anand Krishna menjelaskan tentang kesalahpahaman dengan simbol Saraswati ini. Kita mengaitkan simbol Saraswati kebanyakan dengan seni dengan musik karena ia sering digambarkan sedang membawa sitar, Veena.

Kita lupa bahwa Saraswati ini merupakan simbol yang lengkap sekali. Ia mempunyai 4 tangan, kedua tangan sedang memainkan Veena, satu tangan lagi memegang kitab suci (Veda) dan satu tangan lagi memegang japa mala (tasbih, ganitri, rosario).

Jadi ia simbol yang lengkap, bukan hanya seni (yang dilambangkan dengan Veena, sitar), tapi juga pengetahuan (yang diwakili oleh Veda) dan spiritual (ganitri, japamala, rosario, tasbih).

Ini menunjukkan suatu hidup yang utuh. Saraswati memiliki pesan bahwa hidup ini harus utuh. Mau jadi seniman pun tidak bisa tidak berpengetahuan, tidak bisa juga tanpa jiwa spiritual. Begitu juga orang yang berpengetahuan saja, menjadi scholar, dia menjadi kering.

Ada kaitannya dengan Satyam, Shivam, Sundaram. Satyam, Shivam, Sundaram itu adalah makna dari Saraswati. Bahwa Kebenaran (Satyam) juga harus diungkapkan secara indah (Sundaram) , untuk kesejahteraan (Shivam) seluruh makhluk hidup.

Ini yang kadang-kadang kita lupa. Jadi kita cuma mencomot (mengambil) satu bagian saja. Dan kadang-kadang juga ada anggapan bahwa bila sudah menjadi spiritual ataupun sudah meditasi berarti kalau menghadapi masalah apa saja kita harus tenang, adem ayem, kalem, tersenyum, tabah. Bagaimana dengan Shri Krishna yang bisa angkat senjata ketika di medan perang karena Arjuna ragu-ragu untuk berperang.

Itulah seperti yang telah dikatakan bahwa kita harus utuh. Kita harus menggunakan amarah atau apa saja sebagai alat untuk mencapai suatu tujuan yang lebih mulia. Itulah yang dikatakan Shri Krishna kepada Arjuna di medan perang Kurukshetra. Kita harus memahami pesan-pesan tersebut secara utuh.

Kebanyakan sekarang kalau kita berpikir tentang Krishna, apa yang terbayang? Sedang bermain-main dengan Radha, sedang RaasLeela. Ketika kita berpikir tentang Krishna yang sedang ada di medan perang ia  memegang kala chakra. Tapi dua-duanya memang ada. Krishna bukan hanya di medan perang saja, bukan bicara tentang Gita saja, tapi dia juga sedang melakukan MahaRaas dengan Radha dan para gopi. Jadi, Krishna ini all in one. Inilah harmoni.

Sementara pengertian kita tentang harmoni adalah adem ayem. Sampai tahun 1950 an, cara berpikirnya Soekarno itu sangat holistik sekali, bukan sekedar politik tapi ada pengetahuan dan sisi spiritualnya juga.  Ia mengatakan kita tidak membutuhkan suatu negara yang adem ayem semuanya, peaceful dalam pengertian tidak ada progress, tidak ada perkembangan.

Perkembangan itu harus ada chaos (kekacauan) sedikit, penderitaan, tantangan, ini yang membuat orang berkembang, maju. Ini adalah Hukum Alam.

Saraswati berpesan untuk hidup secara utuh (tidak setengah-setengah), hadapi tantangan dalam situasi dan kondisi apa pun, tidak melarikan diri.

Jadi,  pada dasarnya simbol Saraswati ingin mengatakan be intelligent, be beautiful, be wise. Karena bila sudah berpengetahuan, pastinya ada wisdom (kebijaksanaan). Tapi kebanyakan kita melihat para akademisi itu kering.

Jurnal ilmiah hanya bisa dinikmati oleh para akademis, seharusnya ada unsur keindahan agar masyarakat bisa memahaminya.

Setiap orang yang ingin berhasil sebagai pengusaha, innovator atau apa saja, harus memiliki kwalitas seni/keindahan, pengetahuan dan spiritual

Follow Anand Krishna

FaceBook
G +
LinkedIn
Twitter
YouTube

Links: